Sabtu, 10 Juni 2017

Novel

Laskar Pelangi

     Pagi ini Lintang terlambat masuk kelas. Kami tercengang mendengar ceritanya. "Aku tak bisa melintas. Seekor buaya sebesar pohon kelapa tak mau beranjak, menghalang di tengah jalan. Tak ada siapa-siapa yang kumintai bantuan. Aku hanya berdiri mematung, berbicara dengan diriku sendiri."
Lima belas meter.
     "Buaya sebesar itu tak kan mampu menyerangku dalan jarak ini, ia lamban, pasti kalah langkah. Kalau cukup waktu aku dapat menghitung hubungan massa, jarak dan tenaga, baik aku maupun buaya itu, sehingga aku dapat memperkirakan kecepatannya menyambarku dan peluangku untuk lolos. Ilmu menyebabkan aku berani maju beberapa langkah lagi. Apalagi, fisika tidak mempertimbangkan psy war. Kalau aku maju, pasti ia akan terintimidasi dan masuk lagi ke dalam air."
      "Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi. Tapi ia bergeming. Ukurannya dan teritip yang tumbuh di punggungnya memperlihatkan dia penguasa di rawa ini. Dan sekarang saatnya mandi matahari. Secara fisik dan psikologis binatang atau secara apa pun, buaya ini akan menang. Ilmu tak berlaku disini.
       "Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini. Tak ada kata bolos dalam kamusku, dan hari ini ada tarikh islam, mata pelajaran yang menarik. Sudah siang, aku maju sedikit, aku pasti terlambat tiba di sekolah."
Dua belas meter
          "Aku hanya sendirian. Jika ada orang lain, aku berani lebih frontal. Tahukah hewan ini pentingnya pendidikan? Aku tak berani lebih dekat. Ia menganga dan bersuara rendah, suara dari perut yang menggetarkan seperti sendawa seekor singa atau seperti suara orang menggeser lemari yang sangat besar. Aku diam menunggu. Tak ada jalur alternatif dan kekuatan jelas tak berimbang. Aku mulai frustasi. Suasana sunyi senyap. Yang ada hanya aku, seekor buaya ganas yang egois, dan intaian maut."
            Kami prihatin dan tegang mendengar kisah perjuangan Lintang menuju sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar